Wagub Steven Kandouw Lepas Export Perdana dari Sulut ke Asia Timur

oleh -821 Dilihat
oleh

SULUT, MomentNews.id – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw melepas Ekspor sejumlah produk dari Sulawesi Utara ke Asia Timur melalui Terminal Peti Kemas Bitung, Sulut. Kamis (08/02/24).

Hal itu ditandai dengan Pelayaran Perdana Kargo SITC Kontainer Lines MV SITC Batangas VOY.2403 N yang membawa Tujuh kontainer berisi komoditas pertanian dan perikanan Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya Wagub Steven Kandouw mengatakan, keberhasilan melakukan ekspor langsung ini hasil kerjasama, hasil kolaborasi pentahelix, kerja gotong royong setelah duduk bersama, punya mindset yang sama, visi yang sama.

“Terima kasih sekali kita boleh melakukan terobosan, melewati tembok tebal yang selama ini menghalangi kita. Dan mulai sekarang kita boleh berbangga dulu karena kita betul-betul menjadi pintu gerbang,” ujarnya.

“Bayangkan kalau di sini ke Jakarta masih 4 hari lagi barang masuk ke Indonesia. Kalau pakai pola dulu masih 4 hari baru nyampe, itu baru waktu. Sedangkan costnya ini 50 persen. Jadi ini betul-betul satu lompatan besar,” lanjutnya.

tujuh kontainer berisi komoditas pertanian dan perikanan yang diekspor terdiri atas tiga kontainer santan beku (78,12 ton), satu kontainer tepung kelapa (26,26 ton), dua kontainer ikan asap kering (48 ton), dan satu container produk perikanan lainnya (25,45 ton).

 

Exspor langsung berbagai komoditi lewat laut ini juga lewat mode transportasi udara sudah on going direct call sampai sekarang dari Narita-Manado-Narita. Selain ke Jepang, ada juga direct call ke Singapura kali seminggu dan Southern China empat kali seminggu.

Kepala Karantina Sulut I Wayan Karta Negara mengatakan komoditas pertanian dan perikanan Sulut yang telah melewati tindakan karantina diekspor ke beberapa negara di Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Wayan Karta mengatakan, keberadaan institusi karantina saat ini dalam kelembagaan yang baru (Badan Karantina Indonesia) diharapkan dapat menjadi perangkat perdagangan dunia dengan memastikan penerimaan produk pertanian dan perikanan Indonesia khususnya Sulut sesuai dengan persyaratan standar yang telah ditetapkan sehingga dapat diterima tanpa adanya hambatan dan penolakan di negara tujuan.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.