Joune Ganda Membuka Sosialisasi Implementasi Pendidikan Anti Korupsi

oleh -3214 Dilihat
oleh

MINUT, MomentNews.id – Bupati Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Implementasi Pendidikan Anti Korupsi di GOR Jacob Sumeisey, SMA Negeri 1 Guru Lombok Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kamis (01/09/22).

Mengacu pada regulasi Implementasi pendidikan Anti Korupsi sesuai dengan Surat Komisi Pemerantasan Korupsi Republik Indonesia Nomor: B/3865/DKM.00.04/80-82/07/2021 tanggal 2 Juli 2021 tentang tindak lanjut pelaksanaan implementasi pendidikan anti korupsi di tingkat Kabupaten/Kota, maka Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tahun 2021 telah menetapkan Peraturan Daerah Minahasa Utara Nomor 22 Tahun 2021 tentang Implementasi Pendidikan Anti korupsi pada Satuan Pendidikan di lingkungan Pemkab Minahasa Utara.

Didalamnya, komitmen bersama antara Komisi Pemberantatasan Korupsi (KPK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri mengimplementasi Pendidikan Antikorupsi pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah  pada Rapat Koordinasi Nasional Pendidikan Anti Korupsi 11 Desember 2018 di Jakarta.

Bupati Minahasa Utara, Joune J.E.Ganda, S.E., M.A.P., dalam sambutannya, mengaku jika baru pertama mengajar dihadapan guru-guru, karena sebelumnya sering memberikan kuliah umum dihadapan mahasiswa. Bupati Joune Ganda menyampaikan materi tentang Profil Pancasila.

“Kegiatan ini kita laksanakan untuk kita meningkatkan rasa integritas sebagai tenaga pendidik dan pengawas yang memiliki tugas dan tanggungjawab yang penting, didalam membangun sumber daya manusia, khususnya di Kabupaten Minahasa Utara. Kita memiliki tanggung jawab untuk mendidik sejak dini. Usia yang paling dini ada di tangan kita. Bisa dibayangkan kalau kita lalai, atau kurang cakap atau kurang peduli pendidikan anak-anak kita sejak dini, maka bisa dibayangkan masa depan Kabupaten Minahasa Utara kedepannya, Sulut bahkan Indonesia,” ujar Bupati.

“Saya berharap, kita semua memiliki tanggung jawab yang besar terhadap apa yang menjadi tanggung jawab kita. Kualitas pendidikan dan masa depan anak-anak ada di tangan kita yang hadir saat ini karena semua guru hadir disini. Oleh karena itu, kita meningkatkan kualitas tenaga kependidikan. materi integritas bagaimana agar kita tidak korupsi. Terkait nilai-nilai Pancasila yang sudah mungkin sudah bosan didengar, namun terkandung didalamnya, membuat kita merasa memiliki tanggung jawab bagaimana kita menjaga generasi kedepan. Jangan hanya karena kita sudah selesai dan pensiun, lantas kita membiarkan dan kalau kita gagal mendidik anak-anak kita kedepan, bagaimana nasib kedepannya.” lanjut Bupati.

“Untuk itu, saya mengajak guru-guru agar lebih mengikuti perkembangan global. Bahkan saya sendiri pun terus belajar. Banyak hal yang perlu kita belajar dan perlu kita ketahui agar bisa bersaing ditingkat Nasional bahkan Internasional. Saya juga mengingatkan, jangan sampai semua kita yang ada disini, menggantungkan hari tua kita, kepada generasi-generasi yang tidak mampu. Tapi mari kita lahirkan generasi masa depan untuk merawat kita dimasa mendatang,” tegas Bupati.

“Saya yakin, kualitas pendidikan di Minut sangat luar biasa. Karena kita di Sulut ada tokoh yang luar biasa berperan terhadap lahirnya Pancasila, yaitu A.A Maramis. Ada juga tokoh Sulut yang mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia yakni Dr. Sam Ratulangi. Sehingga, saya yakin kita adalah generasi-generasi yang menjadi bagian dari lahirnya Kemerdekaan.”jelas Bupati.

Sosialisasi implementasi pendidikan antikorupsi menghadirikan Narasumber, Ketua Harian Pendidikan Budaya Anti Korupsi (PBAK) Haris Kai dan tim yang tergabung pada forum Penyuluh anti korupsi Sulawesi Utara, diantaranya Magdalena Wulur, Daud Kawung dan Erryl Davy Lumintang. Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut Febry Dien, Inspektur Kabupaten Umbase Mayuntu, Staf Khusus Bidang Pendidikan dan Merdeka Belajar Bernadeth Longdong

Kepala Dinas Pendidikan Olfy Kalengkongan didampingi Sekretaris Dinas Pettra Enoch dalam laporannya, menyampaikan bahwa pelaksanaan pertemuan pendidik dan tenaga kependidikan bersama Bupati dan Wakil Bupati, adalah sebagai bentuk pembinaan langsung kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan se Kabupaten Minahasa Utara dalam mewujudkan Visi Misi Kabupaten Minahasa Utara.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara ini, dihadiri oleh ribuan tenaga pendidik dan kependidikan, diantaranya 34 Pengawas Sekolah, 108 Kepala SD, 39 Kepala SMP, 6 Pemimpin SKB/PKBM, 923 Guru SD, 561 Guru SMP dan 17 Guru dan Pegawai TK. (Redaksi)

No More Posts Available.

No more pages to load.